Diajukan sebagai tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Disusun oleh:
Nama : Aginta
Syahrulina
NIM : 11140210
Dosen pengampu:
Septia Lutfi, Skom, Mkom.
STIE BANK BPD JATENG
2015
Abstract
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem
informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen
pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan.
DSS dapat juga dikatakan
sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil
keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Pendahuluan
DSS
menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa.
Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan seorang manajer dalam
membuat keputusan yang spesifik dalam memecahkan permasalah yang spesifik pula.
Tahapan Dalam Pengambilan
Keputusan
1. Tahap Pemahaman
2. Tahap Perancangan
3. Tahap Pemilihan
4. Tahap Penerapan
1. Tahap Pemahaman
Sebuah proses pemahaman terhadap masalah dengan mengidentifikasi dan
mempelajari masalah terhadap lingkungan yang memerlukan data à mengolah data à mengujinya à menjadikan petunjuk dalam menemukan pokok masalah
à mencari solusi à bergerak dari tingkat
sistem ke subsistem.
2. Tahap Perancangan
Sebuah proses pengembangan, analisis dan
pencarian alternatif tindakan atau solusi yang mungkin untuk di ambil/ di lakukan
à Identifikasi dan
mengevaluasi alternative
3. Tahap
Pemilihan
Sebuah proses pemilihan salah satu alternatif
solusi yang dimunculkan pada tahap perancangan untuk menentukan arah tindakan
dengan memperhatikan kriteria-kriteria berdasar tujuan yang dapat dicapai pada
tahap berikutnya à memilih solusi terbaik
4. Tahap
Penerapan
Sebuah proses untuk melaksanakan dan
menerapkan alternatif tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan
yang telah di identifikasi à Menerapkan solusi dan membuat tindak lanjut.
Jenis Keputusan
·
Keputusan Tak Terprogam: tidak terprogram, tidak
ada metode pasti untuk menangani masalah
·
Keputusan Terprogram: berulang dan rutin, suatu
prosedure dilakukan bukan sebagai sesuatu yang baru
·
Keputusan
Semi Terprogram: kombinasi tak terprogram dan terprogram
Jenis Masalah
·
Masalah terstruktur
terdapat pada 3 tahap (pemahaman, perancangan dan
pemilihan)
·
Masalah tidak terstruktur
tidak terdapat
dalam 4 tahap
·
Masalah semi terstruktur
Keharusan dari DSS
·
Membantu manajer dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi
terstruktur
·
Mendukung penilaian manajer
·
Meningkatkan
efektivitas pengambilan keputusan
manajer dari hanya sekedar efisiensi
Perlu di ingat, bahwa: ”DSS TIDAK MENGGANTIKAN MANAJER”
Model DSS
Terdapat Database, yang isinya
digunakan oleh:
·
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
menghasilkan
laporan periodik maupun khusus
·
Model Matematika
menghasilkan
informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa
komponen
Perangkat Lunak GDSS
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Laporan periodik = disiapkan sesuai jadwal
Laporan khusus = disiapkan ketika sesuatu yang luar biasa
terjadi
Menyatukan Management by
Exception ke dalam laporan.
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Menyatukan Management by
Exception ke dalam laporan à
konsep yang memungkinkan manajer hanya memperhatikan aktifitas yang layak
mendapatkan perhatian manajemen
Dapat disatukan dalam satu laporan melalui 4 cara :
·
Menyiapkan laporan hanya jika terjadi perkecualian
·
Menggunakan
urutan laporan untuk menyoroti
perkecualian
·
Mengelompokkan perkecualian bersama-sama
·
Menunjukkan varians dari normal
Perangkat Lunak GDSS (group DSS)
Memungkinkan beberapa pemecah
masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk mencapai solusi. Pemecah
masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek, para anggota kelompok
dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.
GDSS
Suatu sistem berbasis komputer
yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan)
bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan
bersama
Proses yang terjadi pada GDSS :
·
Mengorganisasi
pendapat yang muncul dalam kelompok
·
Mengumpulkan
informasi
·
Mengurutkan
berdasar prioritas
·
Mengumpulkan
aspek-aspek pendukung
Otomasi Perkantoran (Office
Automation)
Definisi otomasi perkantoran atau
office automation mencakup
semua sistem informasi formal
dan informal, terutama yang berkaitan dengan cara berkomunikasi dan penyebaran informasi ke dan dari orang-orang dalam maupun
diluar organisasi (perusahaan).
Siapa yang menggunakan OA
Kelompok Pemakai OA
·
Manajer =
Pekerja Terdidik (knowledge workers)
·
Profesional = Pekerja Terdidik
(knowledge workers)
·
Sekretaris
·
Pegawai administrasi
Tujuan OA
·
Mengurangi biaya administratif
·
Pemecahan masalah
·
Pelengkap dan bukan pengganti
Contoh Aplikasi OA
·
Pengolahan kata
·
E-mail
·
Voice
mail
·
FAX
·
Kalender
elektronik
·
Konferensi
audio/video
·
Konferensi komputer
·
Imaging
·
Dekstop publishing
Pengolah Kata (Word Processing): Penggunaan
alat elektronik yang secara otomatis
melaksanakan banyak tugas yang berkaitan dengan
penyiapan dokumen yang tercetak.
Electronic Mail (E-mail):Penggunaan
jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan
menerima pesan-pesan dengan menggunakan
terminak komputer dan alat penyimpanan.
Voice Mail: Pengiriman pesan
dengan mengucapkan ke dalam telepon, dan
pesan yang telah terkirim, oleh penerima dapat diambil melalui telepon juga.
Kalender Elektronik: Penggunaan jaringan komputer untuk membuat,
menyimpan dan mengambil agenda pertemuan (jadwal kerja).
Facsimile Transmision (FAX): Penggunaan peralatan komunikasi khusus yang
dapat membaca document pada satu ujung saluran komnukasi dan membuat salinannya di ujung yang lain.
Konferensi Audio: Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio
diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan
konferensi. Daya tarik konferensi audio :
·
Biaya
relatif murah bagi perusahaan
·
Orang-orang
merasa nyaman berbicara
·
Butuh
beberapa menit saja untuk menyiapkan peralatan
Ke-efisiensi-an sebuah konferensi audio :
·
Di
tunjuk moderator (orang yang mengkoordininasi jalannya konferensi)
·
Jumlah
peserta dibatasi
·
Ada
hasil dari pembicaraan yang dibagikan keseluruh peserta (rekaman konferensi
harus disimpan)
·
Setiap
peserta yang akan bicara harus
meng-identifikasi dirinya.
Penggunaan peralatan komunikasi suara dan gambar untuk membuat suatu hubungan
audio-video diantara orang-orang yang
tersebar secara geografis dengan tujuan
melaksanakan konferensi.
Terdapat 3 konfigurasi :
o Video satu arah dan audio satu arah
o Video satu arah dan audio dua arah
o Video dan audio dua arah
Sistem Informasi Eksekutif
(Executive Information System)
“Orang kaya bukanlah sekedar orang miskin
dengan uang yang lebih banyak”.
Seorang pakar EIS Pierre Martineau menyatakan
bahwa "Eksekutif bukanlah sekedar manager tingkat rendah dengan pangkat
yang lebih tinggi”.
EKSEKUTIF, Istilah ini digunakan untuk
mengidentifikasi manager pada tingkat atas, hal ini terlihat bahwa pada level
ini terjadi perencanaan strategis dan penetapan kebijakan perusahaan.
Penelitian Jones dan McLeod menjelaskan bahwa
EIS berarti:
1.
Berapa
banyak informasi yang dapat sampai ke fihak eksekutif
2.
Berapa nilai dari informasi tersebut
3.
Dari mana sumber
informasi tersebut diperoleh
4.
Apa media
yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi
5.
Apa kegunaan
informasi
Penelitian Rockart dan Treacy, mengemukakan
bahwa Sistem dalam EIS mengandung maksud:
·
Tujuan Sentral
·
Inti Data Bersama
·
Dua Metode Penggunaan Utama
·
Organisasi
Pendukung
Meningkatkan komponen non komputer
·
Mencatat
transaksi informasi yang masuk
·
Merangsang
sumber bernilai tinggi
·
Memanfaatkan
peluang
·
Menyesuaikan
sistem pada perseorangan
·
Memanfaatkan
teknologi
Model EIS
Sistem Pakar (Expert System)
Merupakan program pemberi nasihat atau program konsultasi yang berisi
pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu atau banyak pakar untuk
dapat dimanfaatkan dalam memecahkan berbagai masalah.
Merupakan bagian dari Artificial Intelegent (AI) atau kecerdasan buatan.
Berbeda dengan SPK, Sistem pakar berbasis pengetahuan (knowledge base), terdiri
dari :
·
User Interface
·
Knowledge
Base
·
Inferensi
Engine
·
Development
Engine
User Interface
Knowledge Base
Inferensi Engine
Development Engine
Penciptaan sistem pakar ini terdiri dari 2 pendekatan :
·
bahasa
pemrograman
·
shell
sistem pakar
Keuntungan bagi Manager
·
Memberikan
banyak pertimbangan (lebih
banyak alternative pilihan)
·
Menerapkan logika lebih tinggi
·
Lebih banyak waktu mengevaluasi hasil keputusan
·
Solusi yang lebih konsisten
Keuntungan bagi Perusahaan
·
Kinerja perusahaan yang lebih baik
·
Mempertahankan
pengendalian atas pengetahuan perusahaan
Kerugian
·
Sistem
Pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten
·
Sistem
Pakar tidak dapat menerapkan intuisi dan penilaian
yang kita kenal sebagai hal terpenting dari
penyelesaian masalah.
Penghambat Pengembangan
·
Antrian knowledge engineering
·
Antrian
Pemrograman
·
Masalah
belajar
Metode dalam Sistem Pakar
·
Forward Chaining
·
Backward Chaining
Forward Chaining
Backward Chaining
Perbedaan DSS/SPK dengan SP/ES
DSS :
mencerminkan cara yang diyakini manager untuk membantu memecahkan masalah.
ES : menawarkan kesempatan untuk membuat keputusan melebihi kemampuan manager.
System Life Cycle (SLC)
Merupakan konsep pengembangan system informasi yang mengambil analogi
siklus kehidupan manusia (lahir, tumbuh berkembang dan wafat).
Tahapan dalam SLC :
1.
Tahap
Perencanaan
2.
Tahap
Analisis
3.
Tahap
Perancangan
4.
Tahap
Penerapan
5.
Tahap
Penggunaan
Tahap Perencanaan
Merencanakan apa akan dibuat saat akan melakukan pengembangan sistem,
langkah :
o
Membuat
studi kelayakan
o
Mempersiapkan
usulan
o
Menyetujui/
menolak
o
Menetapkan
pengendalian
o
Merumuskan
masalah
o
Bemberikan
batasan-batasan masalah
Tahap Analisis
Melakukan analisis untuk menentukan apakah akan merancang sistem yang baru
atau hanya memperbarui sistem yang sudah ada, langkah :
Tahap Perancangan
Penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem, langkah :
Tahap Penerapan
Merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sistem sumber daya fisik dan
konseptual untuk menghasilkan suatu sistem yang bekerja dengan baik, langkah-langkah :
Hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap penerapan
o
Percontohan
o
Serentak
o
Bertahap
o
Paralel
Tahap Penggunaan
Terdapat 3 langkah penting :
o
Memperbaiki
kesalahan
o
Menjaga
kemuktahiran sistem
o
Meningkatkan
kinerja sistem
Contoh Jasa Sistem
Informasi Rawat Inap Rumah Sakit
Data-data
1.
Data
kamar
2.
Data
obat
3.
Data kategori
4.
Data penyakit
5.
Data dari petugas medis
Proses
Informasi yang dihasilkan
1.
Informasi tentang penyakit pasien
2.
Informasi tentang keuangan pasien
3.
Informasi tentang persediaan obat pasien
4.
Informasi tentang kematian pasien
Contoh data-data ini diperoleh dari Tugas Akhir Satria Novieandini, direview dan
diringkas beberapa.
Manajemen Sumber Daya
Informasi
Kondisi
1.
Kesadaran
bahwa kompetitrif dapat dicapai melalui sumber daya informasi
2.
Kesadaran
bahwa jasa informasi misalnya suatu area fungsional
3.
Kesadaran
bahwa CIO adalah eksekutif
puncak
4.
Perhatian
pada Sumber Daya Manusia perusahaan saat membuat perencanaan strategis
5.
Rencana
strategis formula untuk Sumber Daya Informasi
6.
Mendorong
dan Mengelola End User
Komponen IRM :
o
Lingkungan
perusahaan
o
Eksekutif
perusahaan misalnya manajer, anggota dan sebagainya
o
Bidang
Fungsional misalnya End User
o
Sumber-Daya
Informasi
o
Pemakai
TPS (Transaction Processing
System) Tahun 1950 - 1960
1.
Permintaan
barang pelanggan à proses system transaksi yg berlangsung
2.
Pencatatan
absensi perusahaan à terus menerus
Data diolah lalu disimpan didatabase dan diproses dalam perangkat lunak
pengolah data dan hasilnya informasi à tugas pihak manajemen dan lingkungan
diluar TPS.
Data à Proses à Report
Database
Data Internal à Absensi karyawan, Pengiriman, dan
Permintaan barang
Data Eksternal à Faktor-faktor produsen, Data pesanan
barang dan jasa
Kesimpulan atau Karakteristik
TPS :
1.
Dapat
menangani jumlah data input yang cukup besar
2.
Waktu
proses sangat cepat
3.
Sesuai
dengan proses input, hasilnya output juga besar
4.
Kapasitas
penyimpanan besar
5.
Keamanan
data dapat dijamin
6.
Dapat
dipastikan keakuratan data yang sedang diolah atau diproses
7.
Proses
auditing terhadap data input, proses, data output, prosedu-prosedur mudah
dilakukan sehingga dapat diperoleh hasil akurat dan valid
8.
TPS
mendukung untuk penggunaan banyak pemakai yang terdapat pada perusahaan
9.
Kecepatan
proses diperlukan tinggi
10. Memerlukan kehandalan tinggi
Sistem proses data
dapat dilakukan dengan 2 proses, yaitu :
Cara pertama yaitu Sistem Batch yaitu
dilakukan dengan cara menumpuk dan proses dapat dilakukan pada waktu tertentu.
Cara kedua yaitu dengan pemrosesan secara online.
Proses Hybrid
Cara kerja sistem ini data dimasukkan langsung pada
saat transaksi terjadi. Aplikasi sistem ini banyak digunakan pada
perusahaan yang bekerja online sepenuhnya,misalnya perbankan, perusahaan travel dan sebagainya.
Perkembangan perusahaan
menggunakan TPS
-
Basis data yang ada dapat digabungkan
-
Digunakan untuk membuat laporan-laporan bagi
manusia disemua level (maksudnya disemua kalangan)
-
Sistem fungsional melibatkan à SIPEM, SIA, SIPRO, SISDM,
SIKEV, dan lain-lain.
Management Information System (MIS)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan pengembangan dari TPS. Informasi ini
sangat diperlukan untuk para manajer fungsional, antara lain bagian marketing,
finance, production, dan human resourse
development. Data berasal dari Environment.
Database ini mempunyai dua tipe
yaitu report writing software dan berupa mathematical model.
1. Report Writing Software
Menghasilkan
laporan khusus dan laporan periodik. Laporan periodik dikodekan pada sebuah
perangakat lunak dan disiapkan untuk membuat pembuatan penjadwalan. Laporan
khusu atau special report sering disebut juga dengan ad hoc report yang
berfungsi untuk menangani informasi-informasi yang tidak dapat ditangani.
2. Mathematical Model
Menghasilkan
informasi secara matematik untuk kegiatan sebuah perusahaan. Dengan model
matematik ini akan diperoleh suatu model yang membuat semua tugas dan pekerjaan
sebuah perusahaan dapat menjadi lebih mudah dan cepat.
Mc, Leod mengatakan bahwa jenis SIM yang kedua adalah berbentuk model
matematis.
Ada 3 model matematis yang ditawarkan, antara lain :
1.
Model
statis dan Dinamis
2.
Model
Probabilistik atau Deterministik
3.
Model
Optimasi atau Suboptimasi.
Keuntungan Pemakaian model ini :
1.
Proses
pembelajaran terjadi terhadap system yang sedang berjalan.
2.
Penggunaan
model dapat mempercepat proses.
3.
Dapat
memprediksi kejadian dan proses di masa depan.
4.
Proses
coba-coba atau trial-error dapat dihindari.
Kerugian Pemakaian model ini :
1.
Tidak
semua pemakai mudah untuk memahami sebuah model yang dibuat.
2.
Untuk
membuat sebuah model, diperlukan tingkat pengetahuan matematika yang cukup
tinggi.
Menurut Sirkha L.
Jarvenpaa, output model ini mempunyai beberapa
keuntungan yaitu :
1.
Mencari
ikhtisar data dapat mudah dilakukan.
2.
Dapat
diperkirakan trend atau kecenderunangan sistem untuk waktu yang akan datang.
3.
Jika
grafik menampilkan beberapa variable, maka dapat
membandingkan beberapa variabel tersebut.
4.
Berdasarkan
data pada grafik tersebut, dapat dilakuakn peramalan atau forecasting.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2005. MANAGERIAL DECISION MAKING AND DECISION
SUPPORT SYSTEM. http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1/5/
jbptgunadarma-gdl-course-2005-timpengaja-202-dss.doc.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan
Sudjatmiko, 2008. DSS (Materi Kuliah). MTI-UGM.
Yogyakarta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar