Diajukan sebagai tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Disusun oleh:
Nama : Aginta
Syahrulina
NIM : 11140210
Dosen pengampu:
Septia Lutfi, Skom, Mkom.
STIE BANK BPD JATENG
2015
PENDAHULUAN
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas
mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum,
peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga
tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan
bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang
para manajer tidak menerima dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
- Lembaga
pemerintah.
- Asosiasi
perdagangan industri
- Perusahaan
riset pasar swasta
- Media
massa
- Kajian
khusus yang dilakukan organisasi
Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing,
pergeseran halus dalam selera konsumen.
Unsur pokok dalam informasi intelijen :
- Profil
keperluan informasi dari manajer
- Sistem
penggalian informasi manajemen
- Sistem
pengkodean dan penyimpanan.
- Sistem
analisis data
- Kajian
khusus
- Sistem
pelaporan
- Pedoman
penghapusan data.
Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan
atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem
intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.
1.1
MENGORGANISASIKAN DATA DALAM LINGKUNGAN FILE DATA
Sebuah sistem inforamsi yang efektif
menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan bagi penggunanya.
Informasi yang akurat tidak memilki kesalahan , juga informasi dikomunikasikan
dengan tepat waktu maka dapt digunakan sebagai pengambilan keputusan
sesuai kebutuhan pengguna. Informasi dikatakan relevan jika informasi sangat
berguna dan tepat untuk jenis pekerjaan dan dapat digunakan sebagai pengambilan
keputusan atas informasi tersebut.
1.1.1
Istilah dan Konsep Pengorganisasian File
Konsep ini
merupakan suatu konsep yang dibuat untuk pengorganisasian file yang ada dalam
sebuah sistem informasi. Konsep ini meimplementasikan pada sistem komputer yang
mengorganisasikan kedalam suatu hierarki yang dimulai dari bit , byte,
field record dan basis data.
Bit merupakan unit terkecil dari
data yang disimpan dalam komputer, sekumpulan bit disebut byte yaitu
mewakili sebuah karakter tunggal yang berbentuk huruf, angka dan symbol
lainnya.
Field merupakan pengelompokkan sebuah
karakter menjadi sebuah kata, kumpulan kata, bilangan lengkap ( misalnya : nama
atau usia seseorang), sedangkan sekumpulan field yang saling berhubungan
dinamakan record, misalnya nama mahasiswa,
tanggal, dan nilainya.
Sekumpulan
record dinamakan file
1.1.2
Masalah Dengan Lingkungan File Tradisional
Pada
kebanyakan organisasi , file data dan sistem cenderung bertumbuh secara mandiri
tanpa rencana mnyeluruh perusahaan. Akuntansi, keuangan, manufaktur, sumber
daya manusia, penjualan dan pemasaran semuanya berkembang dengan sistem dan
file dtanya sendiri.
Contoh
melalui pendekatan tradisional terhadap pemrosesan suatu informasi
Suatu
aplikasi membutuhkan file dan program komputer sendiri untuk dapat bekerja.
Sebagai
contoh aplikasi yang menggunakan pendekatan tradisional :
- Departemen SDM mempunyai file
master personalia, file penggajian, file asuransi kesehatan, file pensiun,
file daftar alamat.
- Departemen Keuangan mempunyai
file penggajian, file pensiun, file daftar utama karyawan untuk kegiatan
pembayaran gaji.
Redundansi
dan Inkonsistensi
Redundasi
data merupakan adanya duplikasi data dalam beberapa file data yang sama
disimpan di dalam lebih dari satu lokasi. Redundasi data terjadi kelompok yang
berbeda di dalam suatu orgainisasi mendaptkan data yang sama secara independen
dan menyimpannya secara independen juga. Redundasi data menghabiskan tempat
penyimpanan data dan menimbulkan inkonsistensi data, dalam arti atribut yang
sama mungkin nilai yang berbeda.
Contoh
Redundasi yaitu:
- Didalam sistem yang menggunakan
input indentitas mahasiswa tapi di sistem yang lain menginputnya
menggunakan indentitas saja.
- Pada sistem pengkodean yang
berbeda , misanya pada toko pakaian mengguanakan kode yang berbeda pada
penjualan, persediaan, dan sistem produksi dengan kode yang digunakan
untuk mengkode ukuran akaian yang dijual kepelanggan.
Ketergantungan
Program Data
Ketergantungan
program data mengacu pada pasangan data yang tersimapan dalam file dan program
tertentu. Perubahan pada suatu program , juga mempengaruhi perubahan file
dan juga data. Karena file merupakan kumpulan data yang telah
dikumpulkan.
Kurangnya Fleksibilitas
Sistem file
yang tradisional dapat mengirim jadwal rutin setelah dilakukan
pemrograman yang ekstensif, tetapi tidak dapat mengirim laporan khusus atau
tidak merespon kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi tepat waktu. Informasi
yang dibutuhkan oleh permintaan khusus tersimpan di suatu tempat dalam suatu
sistem, ttetapi terlalu mahal untuk dicari.
Keamanan
yang buruk
Karena
kendali pada data dan pengelolaan yang kurang, akses kepada dan penyebaran dari
suatu informasi mungkin dapat dilakukan. Manajemen mungkin dapat mengetahui
siapa yang sedang mengakses atau bahkan membuat perubahan pada data organisasi.
Kekurangan
dalam Pembagian dan Ketersediaan Data
Informasi
tidak dapat mengalir dengan bebas melintasi daerah fungsional yang berbeda-beda
atau bagian yang berbeda dari organisasi. Jika pengguna menemukan nilai yang
berbeda dari potongan informasi yangsama, dalam dua sistem yang berbeda ,
pengguna tidak akan menggunakan sistem ini karena mereka tidak mempercayai
ketepatan data.
1.2
PENDEKATAN BASIS DATA TERHADAP PENGELOLAAN DATA
Tehnologi basis data banyak masalah dalam organisasi file trandisional. Basis
data (database) adalah sekumpulan data organisasi digunakan untuk melayani
aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundasi
data.
1.2.1
Sistem Manajemen Database
Merupakan
peranti lunak yang memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data
secara efisien, dan menyediakan akses data bagi program aplikasi. DBMS
(database management system) membuat basis data fisik tersedia untuk tampilan
logis yang berbeda digunakan pengguna. DBMS digunakan sebagai perantara file
dengan program aplikasi yang diguanakn dalam sebuah sistem.
Bagaimana
DBMS menyelesaikan masalah dalam lingkungan file tradisional
Dengan
memperkecil redundasi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file
yang terpisah yang mempunyai data sama. DBMS tidak dapat menghilangkan
redunsi, melainkan mengendalikan redundasi data. Menggunakan DBMS dapat
menghilangkan inkonsistensi data karena pada sistem ini memastikan bahwa data
yang sama memilki nilai yang sama.
DBMS
Relasional
DBMS terkini
menggunakan model-model yang berbeda untuk memantau entitas, atribut, dan
hubungan. Jenis DBMS yang paling populer bagi PC ataupun mainframe saat ini
adalah DBMS relasional (relational DBMS). DBMS relasional menampilkan data
menjadi tabel dua dimensi. Tabel dapat juga dianggap sebagai file, yang
berisi data pada sebuah entitas. MySQL adalah DBMS open source yang terkenal
sedangkan oracle database lite adalah DBMS untuk perangkat komputasi mobile.
DBMS relasional mengorganisasikan data pemasok dan suku cadang. Database
tersebut memiliki tabel yang terpisah untuk entitas pemasok dan sebuah tabel
untuk entitas barang.
Informsi
aktual/lengkap mengenai seorang pemasok yang berbasis sepanjang suatu tabel
disebut baris. Baris sering juga disebut sebagai record karena mewakili
satu informasi lengkap mengenai seseorang atau dalam istilah yang sangat teknis
disebut tuples. Data untuk entitas suku cadang memiliki tabel terpisah
yang tersendiri.
File nomor
pemasok pada tabel pemasok memberikan identifikasi yang unik untuk setiap
record sehingga record tersebut dapat diambil, diperbaharui, ataupun
digolongkan. Dalam hal ini nomor pemasok disebut sebagai field kunci. Setiap
tabel pada database relasional memiliki sebuah filed yang ditunjuk sebagai
kunci primer. File kunci ini memberikan pemberi identitas yang unik untuk
setiap informasi dalam satu baris pada sebuah tabel yang sama halnya dengan kunci
primer, mereka tidak dapat diduplikasi. Nomor pemasok adalah kunci primer bagi
tabel pemasok dan nomor suku cadang adalah kunci primer untuk tabel suku cadang
.
- Operasi DBMS Relasional
Tabel
database relasional dapat dikombinasikan dengan mudah untuk mengirimkan data
yang diperlukan pengguna yang disediakan oleh dua tabel yang saling berbagi
elemen data. Dalam database relasional ada tiga operasi dasar yang digunakan
untuk mengembangkan serangkaian data yang sangat berguna yaitu select,
join, dan project. Operasi select menampilkan suatu bagian
yang berisi seluruh rekaman pada suatu file berdasarkan kriteria yang
ditentukan. Operasi join mengkombinasikan tabel-tabel yang memiliki keterkaitan
untuk menyediakan informasi yang lebih lengkap kepada pengguna daripada pada
satu tabel saja. Untuk operasi project menampilkan kolom-kolom dari suatu tabel
berdasarkan kriteria tertentu yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan
tabel baru yang berisi informasi-informasi yang benar-benar diperlukan.
- Database Non-Relasional dan
Database pada Sistem Cloud Computing
Dalam jangka
waktu 30 tahun, teknologi database relasional telah menjadi standar emas. Cloud
computing volume data yang belum pernah ada sebelumnya, beban pekerjaan yang
begiru besar untuk layanan web, serta kebutuhan untuk menyimpan data jenis baru
memerlukan alternatif database selain model lama dari database rasional dalam
mengorganisasikan data guna membentuk tabel, kolom, dan baris. Sistem manajemen
database non-relasional menggunakan model data yang lebih fleksibel dan
dirancang untuk mengelola data berukuran besar yang didistribusikan pada banyak
perangkat serta mempermudah dalam meningkatkan atau menurunkan skalabilitas.
Seperti web, media sosial, grafis dan bentuk data lainnya yang sulit dianalisis
menggunakan perangkat tradisional berbasis SQL.
Ada beberapa
database NoSQL yang masing-masing memiliki fitur teknis dan perlakukan yang
berbeda. Database oracle NoSQL salah satu contoh diantaranya adalah simple DB
buatan amazon, salah satu layanan web yang beroperasi pada sistem cloud
computing .
Amazon dan
penyedia layanan could computing lainnya juga menyediakan DBMS relasional.
Relational Database Service (RDS) Amazon menawarkan MysQL, SQL server,
ataupun oracle database sebagai mesin pencari database. Besarnya pembayaran
bergantung pada jumlah penggunaan. Oracle memiliki database clou service
menggunakan relasional oracle database 11g, sedangkan microsoft SQL Azure
Database adalah layanan database relasional berbasis cloud computing yang
beroperasi pada microsoft SQL server DBMS.
Sistem
privarte cloud computing mengkonsolidasikan server, tempat penyimpanan, sistem
operasi, database serta beban pekerjaan kedalam perangkat keras dan perangkat
lunak yang terdistribusi. Dengan mendistribusikan database pada sistem private
could computing yang terkonsolidasi memungkinkan departemen TI untuk
meningkatkan kualitas pelayanan serta mengurangi beban modal dan biaya operasi.
Semakin tinggi tingkat kepadatan konsilidasi yang dicapai, semakin besar
pengembalian atas investasi yang diterima.
Kapabilitas
Sistem Manajemen Database
DBMS memiliki
kapabilitas defenisi data (data dfenition) untuk menspesifikasikan stuktur
konten database. Definisi data digunakan untuk membuat tabel database dan untuk
mendefenisikan karakteristik field pada setiap tabel. Informasi tentang
database ini akan didokumentasikan dallam kamus data. Kamus data (data
dictionaary) adalah file manual ataupun otomatis yang menyimpan
defenisi-defenisi elemen data berikut karakteristik mereka. Mc Acces memiliki
kemampuan kamus data yang belum sempurna yaitu menampilan informasi seperti
nama, deskripsi, ukuran, tipe, format, dan properti lainyya pada setiap filed
pada sebuah tabel. Kamus data bagi database perusahaan besar dapat menangkap
informasi tambahan seperti pengggunaan, kepemilikan, ototrisasi, keamanana, dan
individual, fungsi-fungsi bisnis, program serta laporan yang menggunakan
masing-masing elemen data.
Merancang
Database
Untuk
merancang database, harus difahami dulu bagaimana hubungan antara data, jenis
dta yang dikelola pada database, bagaimana tersebut akan digunakan, serta
bagaimana organisasi perlu diubah untuk mengelola data dari perspektif lengkap
seluruh perusahaan. Database memerlukan rancangan konsep maupun fisik.
Rancangan konseptual atau logis dari suatu database adalah model abstrak dari
database dari perspektif organisasi bosnis, dimana rancangan fisik menunjukka
bagaimana database dirancang lewat akses langsung perangkat penyimpanan.
Normalisasi
dan diagram relasi entitas
Rancangan konseptual
suatu database menggambakan bagaimana elemen-elemen pada database
dikelompokkan. Proses perancangan tersebut mengidentifikasi hubungan antara
elemen-elemen data dan cara paling efisien dalam mengelompokkan elemen-elemen
data yang diperlukan dan untuk menjawab kebutuhan informasi suatu organisasi
bisnis. Proses tersebut juga mengidentigikasi data-data ganda dan pengelompokan
elemen-elemen data yang diperlukana untuk program aplikasi yang spesifik.
Sistem
database relasional berupaya untuk menerapkan antara referensial terintegrasi
yang menjamin hubungan antara variabel tetap konsisten. Ketika suatu tabel
memiliki kunci asing yang mengacu pada tabel lainnya, maka tidak diperkenankan
menambah record apapun sampai terdappat record yang sesuai yang sesuai pada
tabel yang berhubungan. Perancang database mendokumentasikan model datanya
dengan sebuah diagram relasi entitas.
1.3 MEMANFAATKAN
DATABASE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
- Tantangan dalam menangani
besarnya volume data
Sampai 5
tahun sebagian besar data dikumpulkan oleh organisasi yang terdiri atas data
transaksi yang dapat ditempatkan dengan mudah kedalam kolom danbaris pada DBMS
Relasional. Kemungkinan data-data yang ada memiliki struktur atau tidak sesuai
dengan produk DBMS relasional yang mengorganisasikan data kedalam bentuk kolom
dan baris.
- Infrastruktur Bisnis
Kebutuhan
akan data yang berkapabilitas besar memerlukan infraksruktur bisnis yang
terkini dan memiliki rabgkaian perangkat untuk memperoleh informasi-informasi
yang diperlukan dari berbagai jenis data yang berbeda yang ada dalam
organisasi. Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi data warehouse, data marts,
hadoop, in-memory computing, serta platform analitis.
Data
warehouse dan data mart
Data
warehouse adalah data yang menyimpan data historis dan data terkini yang
berpengaruh bagi kepentingan pengambil jeputusan diseluruh perusahaan.
Sedangkan data mart adalah bagian dari data warehouse yang diringkas atau
dikhususkan untuk penanganan jenis-jenis data tertentu pada database yang
terpisah untuk kelompok pengguna yang lebih ditentkan.
Hadoop
Hadoop adalah
perangkat kerja open source yang dikelola oleh Apache software foundation yang
memungkinkan pendistribusian proses data berkapasitas besar secara paralel pada
komputer-komputer berbiaya terjangkau.
Komputasi
dalam memori
Komputasi
dalam memori adalah cara yang lain untuk memfasilitasi analisis data yang
besar.
Platform
analitis
Para vendor
database komersial telah mengembangkan Platform analitis yang berkecepatan
timggi yang terspesialisasi dengan menggunakan baik teknologi terkait maupun
yang tidak terkait yang dioptimalkan untuk menganalisis kumpulan data yang
besar.
1.3.3
Perangkat Analitis: Hubungan, Pola, Tren
Pemrosesan
Analisis Online (OLAP)
OLAP
mendukung analisis data yang multidimensional yang memungkinkan bagi para
pengguna untuk melihat data yang sama dalam cara-cara yang berbeda dengan
menggunakan banyak dimensi. Masing-masing aspek dari informasi seperti produk,
penetapan harga, biaya, wilayah, atau periode wakti, mewakili dimensi yang
berbeda. OLAP memungkinkan bagi para pengguna untuk memperoleh jawaban-jawaban
secara online atas pertanyaan-pertanyaan khusus.
Tampilan ini
memperlihatkan suatu model multidimensional yang dapat diciptakan untuk
mewakili pelanggan, waktu penjualan, dan produk
Data
Mining
Data mining
memberikan wawasan pada korporat, data yang tidak dapat diperoleh dengan OLAP
dengan menemukan pola-pola yang tersembunyi serta hubungan dalam database yang
benar dan aturan menarik kesimpulan dari mereka untuk memprediksikan perilaku
pada masa yang akan datang. Tipe informasi yang dapat diperoleh dari data
mining yaitu :
- Asosiasi merupakan kejadian yang dikaitkan
dengan suatu peristiwa tunggal. Contoh : ketika keripik jagung dibeli,
maka minuman cola akan dibeli sebanyak 65%, tetapi ketika terdapat
promosi, maka cola yang dibeli meningkat mejadi 85%
- Dalam sekuen, peristiwa-peristiwa
akan dikaitkan berdasarkan waktu.
Contoh : jika sebuah rumah dibeli, terdapat 65% kemungkinan sebuah kulkas baru akan dibeli juga dalam dua minggu, dan 45% kemungkinan sebuah oven akan dibeli dalam waktu sebulan setelah rumah itu dibeli. - Klasifikasi membahas pola-pola yang
menggambarkan kelompok yang mana suatu barang dimiliki dengan memeriksa
barang yang ada, yang telah diklasifikasikan dan dengan menarik kesimpulan
dari serangkaian aturan.
Contoh : bisnis kartu kredit atau perusahaan telepon akan khawatir kehilangan para pelanggannya yang loyal. Klasifikasi dapat membantu untuk menemukan ciri-ciri pelanggan yang memiliki kecenderungan untuk berhenti dan dapat menyediakan suatu model untuk membantu para manajer dalam memprediksikan siapakah pelanggan tersebut sehingga para manajer dapat merancang kampanye-kampanye khusus untuk mempertahankan pelanggan tersebut. - Pengklasteran (clustering) bekerja dengan cara yang sama
seperti klasifikasi ketika tidak ada kelompok yang masih belum
didefinisikan.
Contoh : menemukan daya tarik kelompok atas kartu bank atau membagi suatu database ke dalam kelompok-kelompok pelanggan yang didasarkan pada demografis dan tipe dari investasi pribadi. - Peramalan menggunakan serangkaian nilai yang
ada untuk meramalkan berapa besar dari nilai lainnya.
Contoh : peramalan akan menemukan pola-pola dalam data untuk membantu para manajer dalam mengestimasi nilai masa mendatang dari variabel-variabel yang terus-menerus, seperti angka penjualan.
Teks
Mining dan Web Mining
Perangkat
teks mining tersedia untuk membantu bisnis dalam menganalisis data yang tidak
terstruktur. Alat bantu ini dapat mengestrak elemen-elemen kunci dari rangkaian
data yang besar yang tidak terstruktur, menemukan pola hubungan, dan meringkas
informasi.
Web merupakan
sumber utama lainnya dari data besar yang tidak terstruktur untuk mengungkapkan
pola, kecenderungan, dan wawasan dalam perilaku konsumen. Web mining merupakan
penemuan serta analisis pola dan informasi yang bermanfaat dari World Wide Web.
Bisnis akan beralih kepada web mining untuk membantu mereka dalam memahami
perilaku konsumen, melakukan evaluasi atas keefektifan situs web tertentu, atau
kuantitas dari keberhasilan suatu kampanye pemasaran.
Web mining
akan mencari pola dalam data melalui penelusuran konten, penelusuran struktur,
dan penelusuran penggunaan. Penelusuran konten merupakan proses untuk
mengestrak pengetahuan dari konten dalam laman web, seperti teks, gambar,
audio, dan data video. Penelusuran struktur memeriksa data yang terkait dengan
struktur dari situs web tertenty, seperti tautan yang menunjuk pada suatu
dokumen mengindikasikan popularitas dari dokumen tersebut, sementara itu,
tautan keluar dari suatu dokumen mengindikasikan pengayaan atau mungkin variasi
dari topik yang tercakup dalam dokumen. Penelusuran penggunaan menelaah data
interaksi pengguna yang dicatat oleh server web kapan pun permintaan dari
sumber daya situs web tersebut diterima.
1.3.4
DATABASE DAN WEB
Pengguna
mengakses situs web peritel melalui internet dengan menggunakan perangkat lunak
browser web pada komputer PC kliennya. Perangkat lunak browser web akan meminta
data dari database organisasi, dengan menggunakan perintah HTML untuk
berkomunikasi dengan server web.
Terdapat
sejumlah keuntungan dengan menggunakan web untuk mengakses database internal
organisasi. Pertama, perangkat lunak browser web jauh lebih mudah untuk
digunakan daripada perangkat query yang dimiliki. Kedua, tampilan web
membutuhkan sedikit perubahan atau tidak sama sekali terhadap database
internal. Dibutuhkan biaya yang lebih rendah untuk menambahkan antar muka web
di depan sistem yang diwariskan daripada merancang kembali dan membangun
kembali sistem untuk meningkatkan akses pengguna. Mengakses database perusahaan
melalui web menciptakan efisiensi, peluang, dan model bisnis yang baru.
Terdapat banyak database yang diaktifkan dengan web dalam sektor publik untuk
membantu pelanggan dan warga negara untuk mengakses informasi yang berguna.
1.4
MENGELOLA SUMBER DATA
Menetapkan
Kebijakan Informasi
Kebijakan
informasi menentukan aturan organisasi dalam hal pembagian, penyebaran,
perolehan, standardisasi, klasifikasi, dan penyimpanan informasi. Undang-undang
kebijakan informasi menjelaskan prosedur dan akuntabilitas yang spesifik,
mengidentifikasi informasi yang dapat saling dibagikan oleh pengguna dan unit
organisasi, dimana informasi dapat didistribusikan, dan siapa yang bertanggung
jawab untuk memperbarui dan memelihara informasinya.
Dalam
organisasi skala kecil, kebijakan informasi akan ditetapkan dan ikan oleh
pemilik atau manajer. Dalam organisasi skala besar, pengelolaan dan perencanaan
informasi sebagai sumber daya perusahaan membutuhkan fungsi administrasi data
formal. Administrasi data bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur yang
mengatur data sebagai sumber daya organisasi. Tanggung jawab tersebut meliputi
pengembangan kebijakan informasi, perencanaan data, pengawasan rancangan
database logis, dan pengembangan kamus data, serta pemantauan terhadap
spesialis sistem informasi dan kelompok pengguna akhir dalam menggunakan data.
Tata kelola
data berkaitan dengan kebijakan dan proses untuk mengelola ketersediaan,
kegunaan, integritas, dan keamanan dari data yang digunakan dalam suatu
perusahaan, dengan penekanan khusus pada dukungan untuk privasi, keamanan,
kualitas data, dan kepatuhan terhadap berbagai aturan pemerintah. Administrasi
database bertanggung jawab untuk mendefinisikan dan mengatur struktur dan isi
database, serta memelihara database tersebut.
Memastikan
Kualitas Data
Beberapa
permasalahan kualitas data adalah data ganda dan tidak konsisten yang
dihasilkan oleh banyaknya sistem yang dimasukkan ke dalam data warehouse.
Sebagian besar permasalahan kualitas data bersumber dari kesalahan ketika
memasukkan data. Insiden kesalahan akan meningkat seiring dengan perusahaan
memindahkan kegiatan bisnisnya ke web dan memungkinkan pelanggan dan pemasok
untuk memasukkan data ke dalam situs web mereka yang secara langsung
memperbarui sistem internal.
Analisis
kualitas data (data quality audit) sering dimulai dengan audit kualitas data,
yang merupakan survei terstruktur atas keakuratan dan tingkat kelengkapan dari
data dalam suatu sistem informasi. Audit kualitas data dapat diselenggarakan
dengan melakukan survei keseluruhan file data, menyurvei sampel file data, atau
menyurvei pengguna data atas persepsi mereka mengenai kualitas data.
Pembersihan
data (data cleansing atau data scrubbing) terdiri atas kegiatan mendeteksi dan
mengoreksi data dalam database yang tidak benar, tidak lengkap, tidak diformat
dengan tepat, atau berlebihan. Pembersihan data juga menekankan konsistensi
diantara serangkaian data yang berbeda yang berasal dari sistem informasi yang
terpisah. Permasalahan kualitas data bukan hanya merupakan permasalahan dalam
bisnis semata, tetapi juga menimbulkan permasalahan yang serius bagi
individual, memengaruhi kondisi keuangan mereka, dan bahkan pekerjaan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
http://oktadymalik.multiply.com/journal/item/43
https://pakpahanrini.wordpress.com/2015/11/06/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar