Sabtu, 12 Desember 2015
MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN Dasar Dasar Intelijen Bisnis: Database dan Manajemen Informasi
Diajukan sebagai tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Disusun oleh:
Nama : Aginta
Syahrulina
NIM : 11140210
Dosen pengampu:
Septia Lutfi, Skom, Mkom.
STIE BANK BPD JATENG
2015
PENDAHULUAN
Sistem informasi intelijen secara otomatis bertugas
mencari dan menganalisis informasi tentang lingkungan sosial, politik, hukum,
peraturan perundangan dan ekonomi dari satu atau lebih negara disamping juga
tentang kesehatan dan prospek masa depan industri dimana perusahaan
bersangkutan merupakan bagian didalamnya serta juga tentang pesaingnya.
Sistem informasi intelijen akan memberikan informasi perencanaan yang
para manajer tidak menerima dari sumber lain.
Sumber informasi intelijen :
- Lembaga
pemerintah.
- Asosiasi
perdagangan industri
- Perusahaan
riset pasar swasta
- Media
massa
- Kajian
khusus yang dilakukan organisasi
Informasi yang diperoleh akan digunakan untuk memahami strategi pesaing,
pergeseran halus dalam selera konsumen.
Unsur pokok dalam informasi intelijen :
- Profil
keperluan informasi dari manajer
- Sistem
penggalian informasi manajemen
- Sistem
pengkodean dan penyimpanan.
- Sistem
analisis data
- Kajian
khusus
- Sistem
pelaporan
- Pedoman
penghapusan data.
Sistem intelijen dapat memberikan banyak keuntungan bagi suatu perusahaan
atau lembaga. Sekarang ini tidak hanya perusahaan besar yang memiliki sistem
intelijen banyak perusahaan kecil yang juga mempunyai.
1.1
MENGORGANISASIKAN DATA DALAM LINGKUNGAN FILE DATA
Sebuah sistem inforamsi yang efektif
menyediakan informasi yang akurat, tepat waktu, dan relevan bagi penggunanya.
Informasi yang akurat tidak memilki kesalahan , juga informasi dikomunikasikan
dengan tepat waktu maka dapt digunakan sebagai pengambilan keputusan
sesuai kebutuhan pengguna. Informasi dikatakan relevan jika informasi sangat
berguna dan tepat untuk jenis pekerjaan dan dapat digunakan sebagai pengambilan
keputusan atas informasi tersebut.
1.1.1
Istilah dan Konsep Pengorganisasian File
Konsep ini
merupakan suatu konsep yang dibuat untuk pengorganisasian file yang ada dalam
sebuah sistem informasi. Konsep ini meimplementasikan pada sistem komputer yang
mengorganisasikan kedalam suatu hierarki yang dimulai dari bit , byte,
field record dan basis data.
Bit merupakan unit terkecil dari
data yang disimpan dalam komputer, sekumpulan bit disebut byte yaitu
mewakili sebuah karakter tunggal yang berbentuk huruf, angka dan symbol
lainnya.
Field merupakan pengelompokkan sebuah
karakter menjadi sebuah kata, kumpulan kata, bilangan lengkap ( misalnya : nama
atau usia seseorang), sedangkan sekumpulan field yang saling berhubungan
dinamakan record, misalnya nama mahasiswa,
tanggal, dan nilainya.
Sekumpulan
record dinamakan file
1.1.2
Masalah Dengan Lingkungan File Tradisional
Pada
kebanyakan organisasi , file data dan sistem cenderung bertumbuh secara mandiri
tanpa rencana mnyeluruh perusahaan. Akuntansi, keuangan, manufaktur, sumber
daya manusia, penjualan dan pemasaran semuanya berkembang dengan sistem dan
file dtanya sendiri.
Contoh
melalui pendekatan tradisional terhadap pemrosesan suatu informasi
Suatu
aplikasi membutuhkan file dan program komputer sendiri untuk dapat bekerja.
Sebagai
contoh aplikasi yang menggunakan pendekatan tradisional :
- Departemen SDM mempunyai file
master personalia, file penggajian, file asuransi kesehatan, file pensiun,
file daftar alamat.
- Departemen Keuangan mempunyai
file penggajian, file pensiun, file daftar utama karyawan untuk kegiatan
pembayaran gaji.
Redundansi
dan Inkonsistensi
Redundasi
data merupakan adanya duplikasi data dalam beberapa file data yang sama
disimpan di dalam lebih dari satu lokasi. Redundasi data terjadi kelompok yang
berbeda di dalam suatu orgainisasi mendaptkan data yang sama secara independen
dan menyimpannya secara independen juga. Redundasi data menghabiskan tempat
penyimpanan data dan menimbulkan inkonsistensi data, dalam arti atribut yang
sama mungkin nilai yang berbeda.
Contoh
Redundasi yaitu:
- Didalam sistem yang menggunakan
input indentitas mahasiswa tapi di sistem yang lain menginputnya
menggunakan indentitas saja.
- Pada sistem pengkodean yang
berbeda , misanya pada toko pakaian mengguanakan kode yang berbeda pada
penjualan, persediaan, dan sistem produksi dengan kode yang digunakan
untuk mengkode ukuran akaian yang dijual kepelanggan.
Ketergantungan
Program Data
Ketergantungan
program data mengacu pada pasangan data yang tersimapan dalam file dan program
tertentu. Perubahan pada suatu program , juga mempengaruhi perubahan file
dan juga data. Karena file merupakan kumpulan data yang telah
dikumpulkan.
Kurangnya Fleksibilitas
Sistem file
yang tradisional dapat mengirim jadwal rutin setelah dilakukan
pemrograman yang ekstensif, tetapi tidak dapat mengirim laporan khusus atau
tidak merespon kebutuhan informasi yang tidak diantisipasi tepat waktu. Informasi
yang dibutuhkan oleh permintaan khusus tersimpan di suatu tempat dalam suatu
sistem, ttetapi terlalu mahal untuk dicari.
Keamanan
yang buruk
Karena
kendali pada data dan pengelolaan yang kurang, akses kepada dan penyebaran dari
suatu informasi mungkin dapat dilakukan. Manajemen mungkin dapat mengetahui
siapa yang sedang mengakses atau bahkan membuat perubahan pada data organisasi.
Kekurangan
dalam Pembagian dan Ketersediaan Data
Informasi
tidak dapat mengalir dengan bebas melintasi daerah fungsional yang berbeda-beda
atau bagian yang berbeda dari organisasi. Jika pengguna menemukan nilai yang
berbeda dari potongan informasi yangsama, dalam dua sistem yang berbeda ,
pengguna tidak akan menggunakan sistem ini karena mereka tidak mempercayai
ketepatan data.
1.2
PENDEKATAN BASIS DATA TERHADAP PENGELOLAAN DATA
Tehnologi basis data banyak masalah dalam organisasi file trandisional. Basis
data (database) adalah sekumpulan data organisasi digunakan untuk melayani
aplikasi secara efisien dengan memusatkan data dan mengendalikan redundasi
data.
1.2.1
Sistem Manajemen Database
Merupakan
peranti lunak yang memudahkan organisasi untuk memusatkan data, mengelola data
secara efisien, dan menyediakan akses data bagi program aplikasi. DBMS
(database management system) membuat basis data fisik tersedia untuk tampilan
logis yang berbeda digunakan pengguna. DBMS digunakan sebagai perantara file
dengan program aplikasi yang diguanakn dalam sebuah sistem.
Bagaimana
DBMS menyelesaikan masalah dalam lingkungan file tradisional
Dengan
memperkecil redundasi dan inkonsistensi data dengan meminimalisasi file-file
yang terpisah yang mempunyai data sama. DBMS tidak dapat menghilangkan
redunsi, melainkan mengendalikan redundasi data. Menggunakan DBMS dapat
menghilangkan inkonsistensi data karena pada sistem ini memastikan bahwa data
yang sama memilki nilai yang sama.
DBMS
Relasional
DBMS terkini
menggunakan model-model yang berbeda untuk memantau entitas, atribut, dan
hubungan. Jenis DBMS yang paling populer bagi PC ataupun mainframe saat ini
adalah DBMS relasional (relational DBMS). DBMS relasional menampilkan data
menjadi tabel dua dimensi. Tabel dapat juga dianggap sebagai file, yang
berisi data pada sebuah entitas. MySQL adalah DBMS open source yang terkenal
sedangkan oracle database lite adalah DBMS untuk perangkat komputasi mobile.
DBMS relasional mengorganisasikan data pemasok dan suku cadang. Database
tersebut memiliki tabel yang terpisah untuk entitas pemasok dan sebuah tabel
untuk entitas barang.
Informsi
aktual/lengkap mengenai seorang pemasok yang berbasis sepanjang suatu tabel
disebut baris. Baris sering juga disebut sebagai record karena mewakili
satu informasi lengkap mengenai seseorang atau dalam istilah yang sangat teknis
disebut tuples. Data untuk entitas suku cadang memiliki tabel terpisah
yang tersendiri.
File nomor
pemasok pada tabel pemasok memberikan identifikasi yang unik untuk setiap
record sehingga record tersebut dapat diambil, diperbaharui, ataupun
digolongkan. Dalam hal ini nomor pemasok disebut sebagai field kunci. Setiap
tabel pada database relasional memiliki sebuah filed yang ditunjuk sebagai
kunci primer. File kunci ini memberikan pemberi identitas yang unik untuk
setiap informasi dalam satu baris pada sebuah tabel yang sama halnya dengan kunci
primer, mereka tidak dapat diduplikasi. Nomor pemasok adalah kunci primer bagi
tabel pemasok dan nomor suku cadang adalah kunci primer untuk tabel suku cadang
.
- Operasi DBMS Relasional
Tabel
database relasional dapat dikombinasikan dengan mudah untuk mengirimkan data
yang diperlukan pengguna yang disediakan oleh dua tabel yang saling berbagi
elemen data. Dalam database relasional ada tiga operasi dasar yang digunakan
untuk mengembangkan serangkaian data yang sangat berguna yaitu select,
join, dan project. Operasi select menampilkan suatu bagian
yang berisi seluruh rekaman pada suatu file berdasarkan kriteria yang
ditentukan. Operasi join mengkombinasikan tabel-tabel yang memiliki keterkaitan
untuk menyediakan informasi yang lebih lengkap kepada pengguna daripada pada
satu tabel saja. Untuk operasi project menampilkan kolom-kolom dari suatu tabel
berdasarkan kriteria tertentu yang memungkinkan pengguna untuk menampilkan
tabel baru yang berisi informasi-informasi yang benar-benar diperlukan.
- Database Non-Relasional dan
Database pada Sistem Cloud Computing
Dalam jangka
waktu 30 tahun, teknologi database relasional telah menjadi standar emas. Cloud
computing volume data yang belum pernah ada sebelumnya, beban pekerjaan yang
begiru besar untuk layanan web, serta kebutuhan untuk menyimpan data jenis baru
memerlukan alternatif database selain model lama dari database rasional dalam
mengorganisasikan data guna membentuk tabel, kolom, dan baris. Sistem manajemen
database non-relasional menggunakan model data yang lebih fleksibel dan
dirancang untuk mengelola data berukuran besar yang didistribusikan pada banyak
perangkat serta mempermudah dalam meningkatkan atau menurunkan skalabilitas.
Seperti web, media sosial, grafis dan bentuk data lainnya yang sulit dianalisis
menggunakan perangkat tradisional berbasis SQL.
Ada beberapa
database NoSQL yang masing-masing memiliki fitur teknis dan perlakukan yang
berbeda. Database oracle NoSQL salah satu contoh diantaranya adalah simple DB
buatan amazon, salah satu layanan web yang beroperasi pada sistem cloud
computing .
Amazon dan
penyedia layanan could computing lainnya juga menyediakan DBMS relasional.
Relational Database Service (RDS) Amazon menawarkan MysQL, SQL server,
ataupun oracle database sebagai mesin pencari database. Besarnya pembayaran
bergantung pada jumlah penggunaan. Oracle memiliki database clou service
menggunakan relasional oracle database 11g, sedangkan microsoft SQL Azure
Database adalah layanan database relasional berbasis cloud computing yang
beroperasi pada microsoft SQL server DBMS.
Sistem
privarte cloud computing mengkonsolidasikan server, tempat penyimpanan, sistem
operasi, database serta beban pekerjaan kedalam perangkat keras dan perangkat
lunak yang terdistribusi. Dengan mendistribusikan database pada sistem private
could computing yang terkonsolidasi memungkinkan departemen TI untuk
meningkatkan kualitas pelayanan serta mengurangi beban modal dan biaya operasi.
Semakin tinggi tingkat kepadatan konsilidasi yang dicapai, semakin besar
pengembalian atas investasi yang diterima.
Kapabilitas
Sistem Manajemen Database
DBMS memiliki
kapabilitas defenisi data (data dfenition) untuk menspesifikasikan stuktur
konten database. Definisi data digunakan untuk membuat tabel database dan untuk
mendefenisikan karakteristik field pada setiap tabel. Informasi tentang
database ini akan didokumentasikan dallam kamus data. Kamus data (data
dictionaary) adalah file manual ataupun otomatis yang menyimpan
defenisi-defenisi elemen data berikut karakteristik mereka. Mc Acces memiliki
kemampuan kamus data yang belum sempurna yaitu menampilan informasi seperti
nama, deskripsi, ukuran, tipe, format, dan properti lainyya pada setiap filed
pada sebuah tabel. Kamus data bagi database perusahaan besar dapat menangkap
informasi tambahan seperti pengggunaan, kepemilikan, ototrisasi, keamanana, dan
individual, fungsi-fungsi bisnis, program serta laporan yang menggunakan
masing-masing elemen data.
Merancang
Database
Untuk
merancang database, harus difahami dulu bagaimana hubungan antara data, jenis
dta yang dikelola pada database, bagaimana tersebut akan digunakan, serta
bagaimana organisasi perlu diubah untuk mengelola data dari perspektif lengkap
seluruh perusahaan. Database memerlukan rancangan konsep maupun fisik.
Rancangan konseptual atau logis dari suatu database adalah model abstrak dari
database dari perspektif organisasi bosnis, dimana rancangan fisik menunjukka
bagaimana database dirancang lewat akses langsung perangkat penyimpanan.
Normalisasi
dan diagram relasi entitas
Rancangan konseptual
suatu database menggambakan bagaimana elemen-elemen pada database
dikelompokkan. Proses perancangan tersebut mengidentifikasi hubungan antara
elemen-elemen data dan cara paling efisien dalam mengelompokkan elemen-elemen
data yang diperlukan dan untuk menjawab kebutuhan informasi suatu organisasi
bisnis. Proses tersebut juga mengidentigikasi data-data ganda dan pengelompokan
elemen-elemen data yang diperlukana untuk program aplikasi yang spesifik.
Sistem
database relasional berupaya untuk menerapkan antara referensial terintegrasi
yang menjamin hubungan antara variabel tetap konsisten. Ketika suatu tabel
memiliki kunci asing yang mengacu pada tabel lainnya, maka tidak diperkenankan
menambah record apapun sampai terdappat record yang sesuai yang sesuai pada
tabel yang berhubungan. Perancang database mendokumentasikan model datanya
dengan sebuah diagram relasi entitas.
1.3 MEMANFAATKAN
DATABASE UNTUK MENINGKATKAN KINERJA BISNIS DAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN
- Tantangan dalam menangani
besarnya volume data
Sampai 5
tahun sebagian besar data dikumpulkan oleh organisasi yang terdiri atas data
transaksi yang dapat ditempatkan dengan mudah kedalam kolom danbaris pada DBMS
Relasional. Kemungkinan data-data yang ada memiliki struktur atau tidak sesuai
dengan produk DBMS relasional yang mengorganisasikan data kedalam bentuk kolom
dan baris.
- Infrastruktur Bisnis
Kebutuhan
akan data yang berkapabilitas besar memerlukan infraksruktur bisnis yang
terkini dan memiliki rabgkaian perangkat untuk memperoleh informasi-informasi
yang diperlukan dari berbagai jenis data yang berbeda yang ada dalam
organisasi. Kemampuan-kemampuan tersebut meliputi data warehouse, data marts,
hadoop, in-memory computing, serta platform analitis.
Data
warehouse dan data mart
Data
warehouse adalah data yang menyimpan data historis dan data terkini yang
berpengaruh bagi kepentingan pengambil jeputusan diseluruh perusahaan.
Sedangkan data mart adalah bagian dari data warehouse yang diringkas atau
dikhususkan untuk penanganan jenis-jenis data tertentu pada database yang
terpisah untuk kelompok pengguna yang lebih ditentkan.
Hadoop
Hadoop adalah
perangkat kerja open source yang dikelola oleh Apache software foundation yang
memungkinkan pendistribusian proses data berkapasitas besar secara paralel pada
komputer-komputer berbiaya terjangkau.
Komputasi
dalam memori
Komputasi
dalam memori adalah cara yang lain untuk memfasilitasi analisis data yang
besar.
Platform
analitis
Para vendor
database komersial telah mengembangkan Platform analitis yang berkecepatan
timggi yang terspesialisasi dengan menggunakan baik teknologi terkait maupun
yang tidak terkait yang dioptimalkan untuk menganalisis kumpulan data yang
besar.
1.3.3
Perangkat Analitis: Hubungan, Pola, Tren
Pemrosesan
Analisis Online (OLAP)
OLAP
mendukung analisis data yang multidimensional yang memungkinkan bagi para
pengguna untuk melihat data yang sama dalam cara-cara yang berbeda dengan
menggunakan banyak dimensi. Masing-masing aspek dari informasi seperti produk,
penetapan harga, biaya, wilayah, atau periode wakti, mewakili dimensi yang
berbeda. OLAP memungkinkan bagi para pengguna untuk memperoleh jawaban-jawaban
secara online atas pertanyaan-pertanyaan khusus.
Tampilan ini
memperlihatkan suatu model multidimensional yang dapat diciptakan untuk
mewakili pelanggan, waktu penjualan, dan produk
Data
Mining
Data mining
memberikan wawasan pada korporat, data yang tidak dapat diperoleh dengan OLAP
dengan menemukan pola-pola yang tersembunyi serta hubungan dalam database yang
benar dan aturan menarik kesimpulan dari mereka untuk memprediksikan perilaku
pada masa yang akan datang. Tipe informasi yang dapat diperoleh dari data
mining yaitu :
- Asosiasi merupakan kejadian yang dikaitkan
dengan suatu peristiwa tunggal. Contoh : ketika keripik jagung dibeli,
maka minuman cola akan dibeli sebanyak 65%, tetapi ketika terdapat
promosi, maka cola yang dibeli meningkat mejadi 85%
- Dalam sekuen, peristiwa-peristiwa
akan dikaitkan berdasarkan waktu.
Contoh : jika sebuah rumah dibeli, terdapat 65% kemungkinan sebuah kulkas baru akan dibeli juga dalam dua minggu, dan 45% kemungkinan sebuah oven akan dibeli dalam waktu sebulan setelah rumah itu dibeli. - Klasifikasi membahas pola-pola yang
menggambarkan kelompok yang mana suatu barang dimiliki dengan memeriksa
barang yang ada, yang telah diklasifikasikan dan dengan menarik kesimpulan
dari serangkaian aturan.
Contoh : bisnis kartu kredit atau perusahaan telepon akan khawatir kehilangan para pelanggannya yang loyal. Klasifikasi dapat membantu untuk menemukan ciri-ciri pelanggan yang memiliki kecenderungan untuk berhenti dan dapat menyediakan suatu model untuk membantu para manajer dalam memprediksikan siapakah pelanggan tersebut sehingga para manajer dapat merancang kampanye-kampanye khusus untuk mempertahankan pelanggan tersebut. - Pengklasteran (clustering) bekerja dengan cara yang sama
seperti klasifikasi ketika tidak ada kelompok yang masih belum
didefinisikan.
Contoh : menemukan daya tarik kelompok atas kartu bank atau membagi suatu database ke dalam kelompok-kelompok pelanggan yang didasarkan pada demografis dan tipe dari investasi pribadi. - Peramalan menggunakan serangkaian nilai yang
ada untuk meramalkan berapa besar dari nilai lainnya.
Contoh : peramalan akan menemukan pola-pola dalam data untuk membantu para manajer dalam mengestimasi nilai masa mendatang dari variabel-variabel yang terus-menerus, seperti angka penjualan.
Teks
Mining dan Web Mining
Perangkat
teks mining tersedia untuk membantu bisnis dalam menganalisis data yang tidak
terstruktur. Alat bantu ini dapat mengestrak elemen-elemen kunci dari rangkaian
data yang besar yang tidak terstruktur, menemukan pola hubungan, dan meringkas
informasi.
Web merupakan
sumber utama lainnya dari data besar yang tidak terstruktur untuk mengungkapkan
pola, kecenderungan, dan wawasan dalam perilaku konsumen. Web mining merupakan
penemuan serta analisis pola dan informasi yang bermanfaat dari World Wide Web.
Bisnis akan beralih kepada web mining untuk membantu mereka dalam memahami
perilaku konsumen, melakukan evaluasi atas keefektifan situs web tertentu, atau
kuantitas dari keberhasilan suatu kampanye pemasaran.
Web mining
akan mencari pola dalam data melalui penelusuran konten, penelusuran struktur,
dan penelusuran penggunaan. Penelusuran konten merupakan proses untuk
mengestrak pengetahuan dari konten dalam laman web, seperti teks, gambar,
audio, dan data video. Penelusuran struktur memeriksa data yang terkait dengan
struktur dari situs web tertenty, seperti tautan yang menunjuk pada suatu
dokumen mengindikasikan popularitas dari dokumen tersebut, sementara itu,
tautan keluar dari suatu dokumen mengindikasikan pengayaan atau mungkin variasi
dari topik yang tercakup dalam dokumen. Penelusuran penggunaan menelaah data
interaksi pengguna yang dicatat oleh server web kapan pun permintaan dari
sumber daya situs web tersebut diterima.
1.3.4
DATABASE DAN WEB
Pengguna
mengakses situs web peritel melalui internet dengan menggunakan perangkat lunak
browser web pada komputer PC kliennya. Perangkat lunak browser web akan meminta
data dari database organisasi, dengan menggunakan perintah HTML untuk
berkomunikasi dengan server web.
Terdapat
sejumlah keuntungan dengan menggunakan web untuk mengakses database internal
organisasi. Pertama, perangkat lunak browser web jauh lebih mudah untuk
digunakan daripada perangkat query yang dimiliki. Kedua, tampilan web
membutuhkan sedikit perubahan atau tidak sama sekali terhadap database
internal. Dibutuhkan biaya yang lebih rendah untuk menambahkan antar muka web
di depan sistem yang diwariskan daripada merancang kembali dan membangun
kembali sistem untuk meningkatkan akses pengguna. Mengakses database perusahaan
melalui web menciptakan efisiensi, peluang, dan model bisnis yang baru.
Terdapat banyak database yang diaktifkan dengan web dalam sektor publik untuk
membantu pelanggan dan warga negara untuk mengakses informasi yang berguna.
1.4
MENGELOLA SUMBER DATA
Menetapkan
Kebijakan Informasi
Kebijakan
informasi menentukan aturan organisasi dalam hal pembagian, penyebaran,
perolehan, standardisasi, klasifikasi, dan penyimpanan informasi. Undang-undang
kebijakan informasi menjelaskan prosedur dan akuntabilitas yang spesifik,
mengidentifikasi informasi yang dapat saling dibagikan oleh pengguna dan unit
organisasi, dimana informasi dapat didistribusikan, dan siapa yang bertanggung
jawab untuk memperbarui dan memelihara informasinya.
Dalam
organisasi skala kecil, kebijakan informasi akan ditetapkan dan ikan oleh
pemilik atau manajer. Dalam organisasi skala besar, pengelolaan dan perencanaan
informasi sebagai sumber daya perusahaan membutuhkan fungsi administrasi data
formal. Administrasi data bertanggung jawab atas kebijakan dan prosedur yang
mengatur data sebagai sumber daya organisasi. Tanggung jawab tersebut meliputi
pengembangan kebijakan informasi, perencanaan data, pengawasan rancangan
database logis, dan pengembangan kamus data, serta pemantauan terhadap
spesialis sistem informasi dan kelompok pengguna akhir dalam menggunakan data.
Tata kelola
data berkaitan dengan kebijakan dan proses untuk mengelola ketersediaan,
kegunaan, integritas, dan keamanan dari data yang digunakan dalam suatu
perusahaan, dengan penekanan khusus pada dukungan untuk privasi, keamanan,
kualitas data, dan kepatuhan terhadap berbagai aturan pemerintah. Administrasi
database bertanggung jawab untuk mendefinisikan dan mengatur struktur dan isi
database, serta memelihara database tersebut.
Memastikan
Kualitas Data
Beberapa
permasalahan kualitas data adalah data ganda dan tidak konsisten yang
dihasilkan oleh banyaknya sistem yang dimasukkan ke dalam data warehouse.
Sebagian besar permasalahan kualitas data bersumber dari kesalahan ketika
memasukkan data. Insiden kesalahan akan meningkat seiring dengan perusahaan
memindahkan kegiatan bisnisnya ke web dan memungkinkan pelanggan dan pemasok
untuk memasukkan data ke dalam situs web mereka yang secara langsung
memperbarui sistem internal.
Analisis
kualitas data (data quality audit) sering dimulai dengan audit kualitas data,
yang merupakan survei terstruktur atas keakuratan dan tingkat kelengkapan dari
data dalam suatu sistem informasi. Audit kualitas data dapat diselenggarakan
dengan melakukan survei keseluruhan file data, menyurvei sampel file data, atau
menyurvei pengguna data atas persepsi mereka mengenai kualitas data.
Pembersihan
data (data cleansing atau data scrubbing) terdiri atas kegiatan mendeteksi dan
mengoreksi data dalam database yang tidak benar, tidak lengkap, tidak diformat
dengan tepat, atau berlebihan. Pembersihan data juga menekankan konsistensi
diantara serangkaian data yang berbeda yang berasal dari sistem informasi yang
terpisah. Permasalahan kualitas data bukan hanya merupakan permasalahan dalam
bisnis semata, tetapi juga menimbulkan permasalahan yang serius bagi
individual, memengaruhi kondisi keuangan mereka, dan bahkan pekerjaan mereka.
DAFTAR PUSTAKA
http://oktadymalik.multiply.com/journal/item/43
https://pakpahanrini.wordpress.com/2015/11/06/
Sabtu, 28 November 2015
Dosen pengampu Sistem Informasi Manajemen STIE BPD Jateng
yes, he is.
My lecturer and my Inspiration. Septia Lutfi, S.Kom, M.Kom.
Mengapa saya berkata beliau merupakan inspirasi saya?
Saya mengutip beberapa perkataan beliau yang membuat saya sadar akan kesalahan saya dalam bertindak.
Beliau pernah berkata "Kalau orang baik masih di jahatin, itu berarti dia baiknya belum sempurna"
He is right. Perkataan beliau membuat saya berpikir, mungkin kebaikan saya belum sempurna sehingga saya harus lebih banyak berbuat kebaikan-kebaikan lain di dunia ini.
Dan ada lagi satu perkataan Beliau yang sama-sama membuat saya sadar.
Beliau berkata "Bila kita ingin melihat dunia tampak lebih indah, maka berpikirlah kebaikan untuk diri kita"
dengan kata-kata tersebut saya sadar bahwa saya terlalu banyak mengeluh akan dunia juga hidup saya. Saya harus berpikir bahwa rencana Tuhan akan lebih baik kedepannya serta berpikir positif terhadap apa yang telah saya terima selama ini.
dan Saya berharap agar saya menjadi pribadi lebih baik lagi hari demi hari. Amin.
Sabtu, 14 November 2015
SOAL UTS SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
11. Jelaskan
manfaat Sistem Informasi Manajemen dalam bidang pemasaran!
Jawab:
Alat bantu untuk analisis perilaku konsumen dengan menunjukan persentase
pembelian, rata-rata pembelian perbelanjaan dan sejauh mana pembeli membeli
produk bersamaan dengan produk lain. Digunakan untuk mengevaluasi perubahan
dalam prefensi pembeli sebagai akibat dari ekonomi yang berubah, sehingga dapat
membantu seseorang atau kelompok pengambil keputusan untuk meningkatkan
kualitas pengelolaan fungsi marketing.
22. Apa
yang kamu ketahui tentang Sistem Informasi Manajemen? Mengapa berperan penting
dalam sebuah manajemen?
Jawab:
Jaringan
prosedur pengolahan data yang dikembangkan dalam suatu sistem (terintegrasi)
dengan maksud memberikan informasi (intern dan ekstern) kepada manajer sebagai dasar pengambil keputusan.
33. Jelaskan
sejarah Sistem Informasi Manajemen, eksistensinya sekarang dan perkembangan di
masa depan!
Jawab:
·
Sejarah
= Sebelum pertengahan abad ke-20, digunakan kartu
punch. Pemakaian computer terbatas pada aplikasi akuntansi. Pada tahun
1964, memperkenalkan processor baru
yang menggunakan silicon chip circuitry dengan
kemampuan pemrosesan yang lebih baik. Kemudian produsen memperkenalkan konsep
sistem informasi manajemen dengan tujuan menghasilkan informasi bagi manajemen.
Konsep ini cepat diterima oleh perusahaan dan institusi pemerintahan seperti
Department Keuangan.
·
Saat
ini = Perkembangan komputer semakin pesat dan akses global semakin gampang dan
murah membawa kita kepada era digital yang dulunya dianggap sebagai teknologi
yang tinggi.
·
Masa
depan = Komputer memiliki kecerdasan dan kemampuan layaknya manusia.
44. Sebutkan
keuntungan dan kerugian Sistem Informasi Manajemen di perusahaan!
Jawab:
Keuntungan
=
·
Proses
pengolahan yang cepat
·
Tingkat
akurasi informasi yang dihasilkan cukup tinggi
·
Efisiensi
SDM
·
Kemudahan
berinteraksi dengan penggunanya
Kerugian =
·
Sistem
analis dan programmer kurang memiliki pemahaman tentang proses manajemen
organisasi, sehingga tidak mampu menjalin SIM yang di perlukan organisasi
·
Ketidakmampuan
untuk memahami cara berpikir manusia dalam memproses data sebagaimana yang
dikehendaki oleh manajer, sehingga tidak mampu berkomunikasi secara efektif
dengan manajer
55. Sebutkan
komponen dalan Sistem Informasi Manajemen
Jawab:
a.
Secara
Fungsional =
·
Sistem
administrasi dan operasional
·
Sistem
pelaporan manajemen
·
Sistem
database
·
Sistem
pencarian
·
Manajemen
data
b.
Secara
fisik =
·
Perangkat
Keras
·
Perangkat
Lunak
·
Database
·
Prosedur
pengoperasian
·
Personalia
pengoperasian
66. Jelaskan
hubungan Sistem Informasi Manajemen dengan fungsi manajemen!
Jawab:
Hubungannya
menuai sinergi yaitu serangkaian subsistem informasi yang menyuluruh dan
terkoordinasi serta mampu mentransformasi data menjadi informasi sehingga
meningkatkan produktifitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar
kriteria mutu yang telah ditetapkan.
77. Mengapa
Sistem Informasi Akuntansi sebagai bagian terbesar Sistem Informasi Manajemen?
Jawab:
Karena
Sistem Informasi Akuntansi berada di berbagai bidang operasional manajemen
organisasi sehingga Sistem Informasi Akuntansi mendefinisikan sebagai kumpulan
dari subsistem yang berhubungan satu sama lain untuk mengolah data keuangan
menjadi informasi yang di perlukan oleh manajer dalam pengambilan keputusan di bidang
keuangan.
88. Jelaskan
manfaat Sistem Informasi Manajemen dalam perusahaan!
Jawab:
a.
Meningkatkan
Efisiensi Operasional
Investasi
di dalam teknologi sistem informasi dapat menolong operasi perusahaan menjadi
lebih efisien. Efisiensi operasional membuat perusahaan dapat menjalankan
strategi keunggulan biaya low-cost leadership. Dengan menanamkan
investasi pada teknologi sistem informasi, perusahaan juga dapat menanamkan
rintangan untuk memasuki industri tersebut (barriers to entry) dengan
jalan meningkatkan besarnya investasi atau kerumitan teknologi yang diperlukan
untuk memasuki persaingan pasar. Selain itu, cara lain yang dapat ditempuh
adalah mengikat (lock in) konsumen dan pemasok dengan cara
membangun hubungan baru yang lebih bernilai dengan mereka.
b.
Memperkenalkan
Inovasi Dalam Bisnis
Penggunaan
ATM. automated teller machine dalam perbankan merupakan contoh
yang baik dari inovasi teknologi sistem informasi. Dengan adanya ATM, bank-bank
besar dapat memperoleh keuntungan strategis melebihi pesaing mereka yang
berlangsung beberapa tahun.
Penekanan
utama dalam sistem informasi strategis adalah membangun biaya pertukaran (switching
costs) ke dalam hubungan antara perusahaan dengan konsumen atau
pemasoknya. Sebuah contoh yang bagus dari hal ini adalah sistem reservasi
penerbangan terkomputerisasi yang ditawarkan kepada agen perjalanan oleh
perusahaan penerbangan besar. Bila sebuah agen perjalanan telah menjalankan
sistem reservasi terkomputerisasi tersebut, maka mereka akan segan untuk
menggunakan sistem reservasi dari penerbangan lain.
c.
Membangun
Sumber-Sumber Informasi Strategis
Teknologi
sistem informasi memampukan perusahaan untuk membangun sumber informasi
strategis sehingga mendapat kesempatan dalam keuntungan strategis. Hal ini
berarti memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak, mengembangkan jaringan
telekomunikasi, menyewa spesialis sistem informasi, dan melatih end
users.
99. Jelaskan
3 hal pokok yang mempengaruhi kualitas informasi!
Jawab:
a.
Relevansi (Relevancy)
Informasi
dikatakan berkualitas jika relevan bagi pemakainya. Pengukuran nilai relevansi,
akan terlihat dari jawaban atas pertanyaan “ how is the message used for
problem solving (decision making)?”. Informasi akan relevan jika memberikan
manfaat bagi pemakainya. Relevansi
informasi untuk tiap-tiap orang satu
dengan lainnya berbeda beda. Misalnya : informasi tentang hasil penjualan
barang mingguan kurang relevan jika ditujukan pada manajer tehnik, tetapi akan
sangat relevan jika disampaikan pada manajer pemasaran.
b.
Akurasi
(Accuracy)
Sebuah
informasi dapat dikatakan akurat jika informasi tersebut tidak bias atau
menyesatkan, bebas dari kesalahan-kesalahan dan harus jelas mencerminkan
maksudnya. Ketidakakuratan sebuah informasi
dapat terjadi karena sumber informasi atau Data mengalami gangguan atau
kesengajaan sehingga merusak atau merubah data-data asli tersebut.
Beberapa
hal yang dapat berpengaruh terhadap keakuratan sebuah informasi antara lain
adalah:
·
Kelengkapan
(completeness) informasi Informasi yang komplit atau lengkap, berarti informasi
yang dihasilkan atau dibutuhkan harus memiliki kelengkapan yang baik, karena
bila informasi yang dihasilkan sebagian-sebagian tentunya akan mempengaruhi
dalam pengambilan keputusan atau menentukan tindakan secara keseluruhan,
sehingga akan berpengaruh terhadap kemampuannya untuk mengontrol atau
memecahkan suatu masalah dengan baik.
·
Kebenaran
(correctness) informasi. Informasi yang dihasilkan oleh proses pengolahan data, haruslah benar sesuai
dengan perhitungan-perhitungan yang ada dalam proses tersebut. Sebagai contoh,
jika sebuah informasi menunjukkan total nilai gaji yang harus dibayarkan pada
seorang pegawai, maka informasi tersebut haruslah sudah benar dan memuat
perhitungan-perhitungan matematis yang ada di dalam prosesnya seperti
perhitungan tunjangan, perhitungan potongan dan sebagainya.
·
Keamanan
(security) informasi. Keamanan sebuah informasi, tergambar dari jawaban atas
pertanyaan”Did the message reach all or only the intended systems users?”
c.
Tepat Waktu (timeliness)
Bahwa
informasi yang dihasilkan dari suatu proses pengolahan data, datangnya tidak
boleh terlambat (usang). Informasi yang terlambat tidak akan mempunyai nilai
yang baik, sehingga kalau digunakan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan
dapat menimbulkan kesalahan dalam tindakan yang akan diambil. Kebutuhan akan tepat waktunya sebuah informasi itulah yang pada akhirnya akan menyebabkan
mahalnya nilai suatu informasi. Hal itu dapat dipahami karena kecepatan untuk
mendapatkan, mengolah dan mengirimkan informasi tersebut memerlukan bantuan
sebuah tehnologi terbaru.
Kamis, 05 November 2015
MAKALAH SISTEM INFORMASI MANAJEMEN SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN (Decision Support System)
Diajukan sebagai tugas mata kuliah
Sistem Informasi Manajemen
Disusun oleh:
Nama : Aginta
Syahrulina
NIM : 11140210
Dosen pengampu:
Septia Lutfi, Skom, Mkom.
STIE BANK BPD JATENG
2015
Abstract
Sistem pendukung keputusan (Inggris: decision support systems disingkat DSS) adalah bagian dari sistem
informasi berbasis komputer (termasuk sistem berbasis pengetahuan (manajemen
pengetahuan)) yang dipakai untuk mendukung pengambilan keputusan dalam suatu
organisasi atau perusahaan.
DSS dapat juga dikatakan
sebagai sistem komputer yang mengolah data menjadi informasi untuk mengambil
keputusan dari masalah semi-terstruktur yang spesifik.
Pendahuluan
DSS
menurut Moore and Chang, SPK dapat digambarkan sebagai sistem yang berkemampuan
mendukung analisis ad hoc data, dan pemodelan keputusan, berorientasi
keputusan, orientasi perencanaan masa depan, dan digunakan pada saat-saat yang
tidak biasa.
Sistem Pendukung Keputusan (DSS)
dibuat sebagai suatu cara untuk memenuhi kebutuhan seorang manajer dalam
membuat keputusan yang spesifik dalam memecahkan permasalah yang spesifik pula.
Tahapan Dalam Pengambilan
Keputusan
1. Tahap Pemahaman
2. Tahap Perancangan
3. Tahap Pemilihan
4. Tahap Penerapan
1. Tahap Pemahaman
Sebuah proses pemahaman terhadap masalah dengan mengidentifikasi dan
mempelajari masalah terhadap lingkungan yang memerlukan data à mengolah data à mengujinya à menjadikan petunjuk dalam menemukan pokok masalah
à mencari solusi à bergerak dari tingkat
sistem ke subsistem.
2. Tahap Perancangan
Sebuah proses pengembangan, analisis dan
pencarian alternatif tindakan atau solusi yang mungkin untuk di ambil/ di lakukan
à Identifikasi dan
mengevaluasi alternative
3. Tahap
Pemilihan
Sebuah proses pemilihan salah satu alternatif
solusi yang dimunculkan pada tahap perancangan untuk menentukan arah tindakan
dengan memperhatikan kriteria-kriteria berdasar tujuan yang dapat dicapai pada
tahap berikutnya à memilih solusi terbaik
4. Tahap
Penerapan
Sebuah proses untuk melaksanakan dan
menerapkan alternatif tindakan yang dipilih untuk menyelesaikan permasalahan
yang telah di identifikasi à Menerapkan solusi dan membuat tindak lanjut.
Jenis Keputusan
·
Keputusan Tak Terprogam: tidak terprogram, tidak
ada metode pasti untuk menangani masalah
·
Keputusan Terprogram: berulang dan rutin, suatu
prosedure dilakukan bukan sebagai sesuatu yang baru
·
Keputusan
Semi Terprogram: kombinasi tak terprogram dan terprogram
Jenis Masalah
·
Masalah terstruktur
terdapat pada 3 tahap (pemahaman, perancangan dan
pemilihan)
·
Masalah tidak terstruktur
tidak terdapat
dalam 4 tahap
·
Masalah semi terstruktur
Keharusan dari DSS
·
Membantu manajer dalam membuat keputusan untuk memecahkan masalah semi
terstruktur
·
Mendukung penilaian manajer
·
Meningkatkan
efektivitas pengambilan keputusan
manajer dari hanya sekedar efisiensi
Perlu di ingat, bahwa: ”DSS TIDAK MENGGANTIKAN MANAJER”
Model DSS
Terdapat Database, yang isinya
digunakan oleh:
·
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
menghasilkan
laporan periodik maupun khusus
·
Model Matematika
menghasilkan
informasi sebagai hasil dari simulasi yang melibatkan satu atau beberapa
komponen
Perangkat Lunak GDSS
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Laporan periodik = disiapkan sesuai jadwal
Laporan khusus = disiapkan ketika sesuatu yang luar biasa
terjadi
Menyatukan Management by
Exception ke dalam laporan.
Perangkat Lunak Penulisan Laporan
Menyatukan Management by
Exception ke dalam laporan à
konsep yang memungkinkan manajer hanya memperhatikan aktifitas yang layak
mendapatkan perhatian manajemen
Dapat disatukan dalam satu laporan melalui 4 cara :
·
Menyiapkan laporan hanya jika terjadi perkecualian
·
Menggunakan
urutan laporan untuk menyoroti
perkecualian
·
Mengelompokkan perkecualian bersama-sama
·
Menunjukkan varians dari normal
Perangkat Lunak GDSS (group DSS)
Memungkinkan beberapa pemecah
masalah bekerja bersama-sama sebagai satu kelompok untuk mencapai solusi. Pemecah
masalah dapat mewakili sebuah komite atau tim proyek, para anggota kelompok
dapat berkomunikasi secara langsung atau melalui GDSS.
GDSS
Suatu sistem berbasis komputer
yang mendukung kelompok-kelompok orang yang terlibat dalam satu tugas (tujuan)
bersama dan yang menyediakan interfase bagi suatu lingkungan yang digunakan
bersama
Proses yang terjadi pada GDSS :
·
Mengorganisasi
pendapat yang muncul dalam kelompok
·
Mengumpulkan
informasi
·
Mengurutkan
berdasar prioritas
·
Mengumpulkan
aspek-aspek pendukung
Otomasi Perkantoran (Office
Automation)
Definisi otomasi perkantoran atau
office automation mencakup
semua sistem informasi formal
dan informal, terutama yang berkaitan dengan cara berkomunikasi dan penyebaran informasi ke dan dari orang-orang dalam maupun
diluar organisasi (perusahaan).
Siapa yang menggunakan OA
Kelompok Pemakai OA
·
Manajer =
Pekerja Terdidik (knowledge workers)
·
Profesional = Pekerja Terdidik
(knowledge workers)
·
Sekretaris
·
Pegawai administrasi
Tujuan OA
·
Mengurangi biaya administratif
·
Pemecahan masalah
·
Pelengkap dan bukan pengganti
Contoh Aplikasi OA
·
Pengolahan kata
·
E-mail
·
Voice
mail
·
FAX
·
Kalender
elektronik
·
Konferensi
audio/video
·
Konferensi komputer
·
Imaging
·
Dekstop publishing
Pengolah Kata (Word Processing): Penggunaan
alat elektronik yang secara otomatis
melaksanakan banyak tugas yang berkaitan dengan
penyiapan dokumen yang tercetak.
Electronic Mail (E-mail):Penggunaan
jaringan komputer yang memungkinkan para pemakai mengirim, menyimpan dan
menerima pesan-pesan dengan menggunakan
terminak komputer dan alat penyimpanan.
Voice Mail: Pengiriman pesan
dengan mengucapkan ke dalam telepon, dan
pesan yang telah terkirim, oleh penerima dapat diambil melalui telepon juga.
Kalender Elektronik: Penggunaan jaringan komputer untuk membuat,
menyimpan dan mengambil agenda pertemuan (jadwal kerja).
Facsimile Transmision (FAX): Penggunaan peralatan komunikasi khusus yang
dapat membaca document pada satu ujung saluran komnukasi dan membuat salinannya di ujung yang lain.
Konferensi Audio: Penggunaan peralatan komunikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio
diantara orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melaksanakan
konferensi. Daya tarik konferensi audio :
·
Biaya
relatif murah bagi perusahaan
·
Orang-orang
merasa nyaman berbicara
·
Butuh
beberapa menit saja untuk menyiapkan peralatan
Ke-efisiensi-an sebuah konferensi audio :
·
Di
tunjuk moderator (orang yang mengkoordininasi jalannya konferensi)
·
Jumlah
peserta dibatasi
·
Ada
hasil dari pembicaraan yang dibagikan keseluruh peserta (rekaman konferensi
harus disimpan)
·
Setiap
peserta yang akan bicara harus
meng-identifikasi dirinya.
Penggunaan peralatan komunikasi suara dan gambar untuk membuat suatu hubungan
audio-video diantara orang-orang yang
tersebar secara geografis dengan tujuan
melaksanakan konferensi.
Terdapat 3 konfigurasi :
o Video satu arah dan audio satu arah
o Video satu arah dan audio dua arah
o Video dan audio dua arah
Sistem Informasi Eksekutif
(Executive Information System)
“Orang kaya bukanlah sekedar orang miskin
dengan uang yang lebih banyak”.
Seorang pakar EIS Pierre Martineau menyatakan
bahwa "Eksekutif bukanlah sekedar manager tingkat rendah dengan pangkat
yang lebih tinggi”.
EKSEKUTIF, Istilah ini digunakan untuk
mengidentifikasi manager pada tingkat atas, hal ini terlihat bahwa pada level
ini terjadi perencanaan strategis dan penetapan kebijakan perusahaan.
Penelitian Jones dan McLeod menjelaskan bahwa
EIS berarti:
1.
Berapa
banyak informasi yang dapat sampai ke fihak eksekutif
2.
Berapa nilai dari informasi tersebut
3.
Dari mana sumber
informasi tersebut diperoleh
4.
Apa media
yang digunakan untuk mengkomunikasikan informasi
5.
Apa kegunaan
informasi
Penelitian Rockart dan Treacy, mengemukakan
bahwa Sistem dalam EIS mengandung maksud:
·
Tujuan Sentral
·
Inti Data Bersama
·
Dua Metode Penggunaan Utama
·
Organisasi
Pendukung
Meningkatkan komponen non komputer
·
Mencatat
transaksi informasi yang masuk
·
Merangsang
sumber bernilai tinggi
·
Memanfaatkan
peluang
·
Menyesuaikan
sistem pada perseorangan
·
Memanfaatkan
teknologi
Model EIS
Sistem Pakar (Expert System)
Merupakan program pemberi nasihat atau program konsultasi yang berisi
pengetahuan dan pengalaman yang dimasukkan oleh satu atau banyak pakar untuk
dapat dimanfaatkan dalam memecahkan berbagai masalah.
Merupakan bagian dari Artificial Intelegent (AI) atau kecerdasan buatan.
Berbeda dengan SPK, Sistem pakar berbasis pengetahuan (knowledge base), terdiri
dari :
·
User Interface
·
Knowledge
Base
·
Inferensi
Engine
·
Development
Engine
User Interface
Knowledge Base
Inferensi Engine
Development Engine
Penciptaan sistem pakar ini terdiri dari 2 pendekatan :
·
bahasa
pemrograman
·
shell
sistem pakar
Keuntungan bagi Manager
·
Memberikan
banyak pertimbangan (lebih
banyak alternative pilihan)
·
Menerapkan logika lebih tinggi
·
Lebih banyak waktu mengevaluasi hasil keputusan
·
Solusi yang lebih konsisten
Keuntungan bagi Perusahaan
·
Kinerja perusahaan yang lebih baik
·
Mempertahankan
pengendalian atas pengetahuan perusahaan
Kerugian
·
Sistem
Pakar tidak dapat menangani pengetahuan yang tidak konsisten
·
Sistem
Pakar tidak dapat menerapkan intuisi dan penilaian
yang kita kenal sebagai hal terpenting dari
penyelesaian masalah.
Penghambat Pengembangan
·
Antrian knowledge engineering
·
Antrian
Pemrograman
·
Masalah
belajar
Metode dalam Sistem Pakar
·
Forward Chaining
·
Backward Chaining
Forward Chaining
Backward Chaining
Perbedaan DSS/SPK dengan SP/ES
DSS :
mencerminkan cara yang diyakini manager untuk membantu memecahkan masalah.
ES : menawarkan kesempatan untuk membuat keputusan melebihi kemampuan manager.
System Life Cycle (SLC)
Merupakan konsep pengembangan system informasi yang mengambil analogi
siklus kehidupan manusia (lahir, tumbuh berkembang dan wafat).
Tahapan dalam SLC :
1.
Tahap
Perencanaan
2.
Tahap
Analisis
3.
Tahap
Perancangan
4.
Tahap
Penerapan
5.
Tahap
Penggunaan
Tahap Perencanaan
Merencanakan apa akan dibuat saat akan melakukan pengembangan sistem,
langkah :
o
Membuat
studi kelayakan
o
Mempersiapkan
usulan
o
Menyetujui/
menolak
o
Menetapkan
pengendalian
o
Merumuskan
masalah
o
Bemberikan
batasan-batasan masalah
Tahap Analisis
Melakukan analisis untuk menentukan apakah akan merancang sistem yang baru
atau hanya memperbarui sistem yang sudah ada, langkah :
Tahap Perancangan
Penentuan proses dan data yang diperlukan oleh sistem, langkah :
Tahap Penerapan
Merupakan kegiatan untuk memperoleh dan mengintegrasikan sistem sumber daya fisik dan
konseptual untuk menghasilkan suatu sistem yang bekerja dengan baik, langkah-langkah :
Hal-hal yang perlu dilakukan pada tahap penerapan
o
Percontohan
o
Serentak
o
Bertahap
o
Paralel
Tahap Penggunaan
Terdapat 3 langkah penting :
o
Memperbaiki
kesalahan
o
Menjaga
kemuktahiran sistem
o
Meningkatkan
kinerja sistem
Contoh Jasa Sistem
Informasi Rawat Inap Rumah Sakit
Data-data
1.
Data
kamar
2.
Data
obat
3.
Data kategori
4.
Data penyakit
5.
Data dari petugas medis
Proses
Informasi yang dihasilkan
1.
Informasi tentang penyakit pasien
2.
Informasi tentang keuangan pasien
3.
Informasi tentang persediaan obat pasien
4.
Informasi tentang kematian pasien
Contoh data-data ini diperoleh dari Tugas Akhir Satria Novieandini, direview dan
diringkas beberapa.
Manajemen Sumber Daya
Informasi
Kondisi
1.
Kesadaran
bahwa kompetitrif dapat dicapai melalui sumber daya informasi
2.
Kesadaran
bahwa jasa informasi misalnya suatu area fungsional
3.
Kesadaran
bahwa CIO adalah eksekutif
puncak
4.
Perhatian
pada Sumber Daya Manusia perusahaan saat membuat perencanaan strategis
5.
Rencana
strategis formula untuk Sumber Daya Informasi
6.
Mendorong
dan Mengelola End User
Komponen IRM :
o
Lingkungan
perusahaan
o
Eksekutif
perusahaan misalnya manajer, anggota dan sebagainya
o
Bidang
Fungsional misalnya End User
o
Sumber-Daya
Informasi
o
Pemakai
TPS (Transaction Processing
System) Tahun 1950 - 1960
1.
Permintaan
barang pelanggan à proses system transaksi yg berlangsung
2.
Pencatatan
absensi perusahaan à terus menerus
Data diolah lalu disimpan didatabase dan diproses dalam perangkat lunak
pengolah data dan hasilnya informasi à tugas pihak manajemen dan lingkungan
diluar TPS.
Data à Proses à Report
Database
Data Internal à Absensi karyawan, Pengiriman, dan
Permintaan barang
Data Eksternal à Faktor-faktor produsen, Data pesanan
barang dan jasa
Kesimpulan atau Karakteristik
TPS :
1.
Dapat
menangani jumlah data input yang cukup besar
2.
Waktu
proses sangat cepat
3.
Sesuai
dengan proses input, hasilnya output juga besar
4.
Kapasitas
penyimpanan besar
5.
Keamanan
data dapat dijamin
6.
Dapat
dipastikan keakuratan data yang sedang diolah atau diproses
7.
Proses
auditing terhadap data input, proses, data output, prosedu-prosedur mudah
dilakukan sehingga dapat diperoleh hasil akurat dan valid
8.
TPS
mendukung untuk penggunaan banyak pemakai yang terdapat pada perusahaan
9.
Kecepatan
proses diperlukan tinggi
10. Memerlukan kehandalan tinggi
Sistem proses data
dapat dilakukan dengan 2 proses, yaitu :
Cara pertama yaitu Sistem Batch yaitu
dilakukan dengan cara menumpuk dan proses dapat dilakukan pada waktu tertentu.
Cara kedua yaitu dengan pemrosesan secara online.
Proses Hybrid
Cara kerja sistem ini data dimasukkan langsung pada
saat transaksi terjadi. Aplikasi sistem ini banyak digunakan pada
perusahaan yang bekerja online sepenuhnya,misalnya perbankan, perusahaan travel dan sebagainya.
Perkembangan perusahaan
menggunakan TPS
-
Basis data yang ada dapat digabungkan
-
Digunakan untuk membuat laporan-laporan bagi
manusia disemua level (maksudnya disemua kalangan)
-
Sistem fungsional melibatkan à SIPEM, SIA, SIPRO, SISDM,
SIKEV, dan lain-lain.
Management Information System (MIS)
Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan pengembangan dari TPS. Informasi ini
sangat diperlukan untuk para manajer fungsional, antara lain bagian marketing,
finance, production, dan human resourse
development. Data berasal dari Environment.
Database ini mempunyai dua tipe
yaitu report writing software dan berupa mathematical model.
1. Report Writing Software
Menghasilkan
laporan khusus dan laporan periodik. Laporan periodik dikodekan pada sebuah
perangakat lunak dan disiapkan untuk membuat pembuatan penjadwalan. Laporan
khusu atau special report sering disebut juga dengan ad hoc report yang
berfungsi untuk menangani informasi-informasi yang tidak dapat ditangani.
2. Mathematical Model
Menghasilkan
informasi secara matematik untuk kegiatan sebuah perusahaan. Dengan model
matematik ini akan diperoleh suatu model yang membuat semua tugas dan pekerjaan
sebuah perusahaan dapat menjadi lebih mudah dan cepat.
Mc, Leod mengatakan bahwa jenis SIM yang kedua adalah berbentuk model
matematis.
Ada 3 model matematis yang ditawarkan, antara lain :
1.
Model
statis dan Dinamis
2.
Model
Probabilistik atau Deterministik
3.
Model
Optimasi atau Suboptimasi.
Keuntungan Pemakaian model ini :
1.
Proses
pembelajaran terjadi terhadap system yang sedang berjalan.
2.
Penggunaan
model dapat mempercepat proses.
3.
Dapat
memprediksi kejadian dan proses di masa depan.
4.
Proses
coba-coba atau trial-error dapat dihindari.
Kerugian Pemakaian model ini :
1.
Tidak
semua pemakai mudah untuk memahami sebuah model yang dibuat.
2.
Untuk
membuat sebuah model, diperlukan tingkat pengetahuan matematika yang cukup
tinggi.
Menurut Sirkha L.
Jarvenpaa, output model ini mempunyai beberapa
keuntungan yaitu :
1.
Mencari
ikhtisar data dapat mudah dilakukan.
2.
Dapat
diperkirakan trend atau kecenderunangan sistem untuk waktu yang akan datang.
3.
Jika
grafik menampilkan beberapa variable, maka dapat
membandingkan beberapa variabel tersebut.
4.
Berdasarkan
data pada grafik tersebut, dapat dilakuakn peramalan atau forecasting.
DAFTAR PUSTAKA
Anonimous. 2005. MANAGERIAL DECISION MAKING AND DECISION
SUPPORT SYSTEM. http://library.gunadarma.ac.id/files/disk1/5/
jbptgunadarma-gdl-course-2005-timpengaja-202-dss.doc.
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_pendukung_keputusan
Sudjatmiko, 2008. DSS (Materi Kuliah). MTI-UGM.
Yogyakarta
Langganan:
Postingan (Atom)
